informasi reservasi telp / whatsapp 081312667475,Syarat mudah, harga bersaing dan layanan memuaskan, bisa diantar ke Hotel dimana Anda menginap.

Mencoba Menapaki lorong lorong Bandung

Posted by Rental Motor VECTOREN on Kamis, 07 Desember 2017


The drifter menurut Erick Cohen, adalah sebutan bagi kelompok traveller yang cenderung spontan dalam perjalanan. Cara mereka menikmati dan mengenal budaya dan lingkungan destinasi adalah dengan mengenal masyarakatnya secara langsung, yaitu orang-orang yang tersembunyi di dalam angkutan umum, di balik meja warung tenda atau pun pemilik bilik sederhana yang menyewakannya bagi para pengelana (MD).
Ching Sang Su, nama tersebut sudah tentu asing bagi para traveller yang berkunjung ke Bandung, mungkin juga hanya beberapa orang asli Bandung yang tahu.Tapi bagaimana kalau kita sebut Warung Kopi Bapak Purnama? Beberapa orang pasti akan melirik, terutama bagi para penikmat kopi sudah barang tentu tempat ngopi ini sangat akrab, seperti kopi itu sendiri dengan aromanya.
Kedai kopi yang digelar di bilangan Alkateri no.22 ini merupakan bisnis tiga generasi, sang empu warisan legendaris itu kini adalah Lily Josana. Ibarat seorang pengelana, kedai kopi ini mengukir legenda sebagai warung kopi semenjak berdiri di tanah seberang, Medan. Dulu Ching Sang Su menjadi label bagi kedai kopi ini, namun pada tahun 60an nama tersebut harus lengser karena pemerintah melarang adanya penggunaan nama asing.
Lily mengaku, ia tidak sedikitpun berminat mengganti berbagai fitur warung kopi dengan perabotan yang lebih modern, atau sedikit baru. Wanita itu  berujar bahwa justru ia ingin mempertahankan aroma kuno pada kedai yang dibuka sejak pukul enam pagi. Idenya mengingatkan pada arung jeram, ada hal ganjil yang perlu diwaspadai atau justru cenderung dihindari, bahaya, tapi itulah yang dicari dan menjadi alasan setiap orang berbondong-bondong terjun ke sungai.
Duduk di kursi kayu dan menyesap Kopi Tubruk yang sudah beberapa menit lalu saya nikmati aromanya terlebih dahulu. Mencoba dramatis dengan berangan mengulik memoir perjalanan warung kopi yang tak lazim, bayangkan saja setelah menyeberang ke pulau Jawa, warung kopi peninggalan Yong A Tong ini tak lantas berhenti menjadi nomaden.  Warung kopi ini pernah tegak berdiri di wilayah Otto Iskandar Dinata dan daerah  Pecinan Lama.Rasa-rasanya secangkir kopi dihadapan saya ini bukan sebatas seduhan biji kopi yang legit, ibarat kotak Pandora bagi sebuah perjalanan bersejarah.
Kopi Purnama terbilang istimewa, bukan hanya karena biji kopi didatangkan langsung dari Medan.Lily berujar bahwa dari roasting sampai grinding, dilakukan sendiri di rumahnya.Peracikan bubuk kopi menjadi secangkir sajian yang nikmat pun tak kalah uniknya, tapi biarlah itu menjadi alasan parapembaca untuk segera menggeber motor kesana.Roti selai srikaya di kedai ini konon kabarnya menjadi primadona.Terasa ada perbedaan antara selai buatan pabrik dan olahan rumah, disamping rasa manis pada olesan selai menggambarkan komposisi resep yang khas.
Menikmati kopi Medan di Bandung memang tampak kurang lazim, apalagi jika ekspektasi sudah terlanjur mengejar stereotip khas destinasi.Ternyata menikmati Bandung tak harus dari seporsi cilok atau membungkus peuyeum, semakin yakin ada banyak sudut dan tikungan berharga yang harus dijemput hanya dengan roda dua.Sebagaimana makna dari kata Ching Sang Su dari bahasa "Khek", silahkan mencoba, cobalah untuk duduk di kursi kayu ini dan siapkan imajinasi menguak sejarah kedai kopi yang didirikan sejak tahun 1900an.
Dari kedai kopi legendaris, perjalanan mesti dilanjutkan kealun-alun Bandung. Konon ada wedang ronde nikmat, meski kopi dan roti selai sudah datang beberapa waktu lalu, demi menikmati Bandung lewat jalan yang tak biasa, rasanya tak mengapa.
Oh ya, menemani jalan-jalan di manapun sebenarnya lebih mudah ditempuh roda dua. Lain waktu saya pasti mengulasnya.Bicara tentang kemudahan, sebenarnya alasan paling kuat karena dengan naik motor bisa tahu rasanya menjadi penduduk Bandung :p, dengan begitu paling tidak saya sudah layak menjadi the drifter.Buat teman-teman yang berminat mencari persewaan motor silahkan hubungi Vectoren, 081312667475 , atau kunjungi langsung websitenya di www.vectoren.com/p/syarat.html . Selain pelayanan yang memuaskan, motor yang disediakan dalam kondisi prima semua, selamat mencoba "ngider" di kota Bandung



0 komentar :

Posting Komentar

Popular Posts